Agus Setiawan

Penulis, Trainer, Entrepreneur
  • .: Selamat Datang di Agus Setiawan.com :.

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya, di sini Anda bisa membaca artikel-artikel dari saya, informasi tentang buku saya, review sederhana buku yang saya baca, event yang diselenggarakan oleh bacakilat dan informasi berharga lainnya.

    Mari terus membaca, meningkatkan minat baca, menginspirasi yang lain untuk membaca. Mari Bangun Indonesia lewat membaca.

  • January 2012
    M T W T F S S
    « Nov    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

    Kehilangan Tujuan

    Posted By on November 8, 2011

    Baru-baru ini ketika saya mengunjungi tempat fitness reguler saya untuk berenang, saya kembali disadarkan pada sebuah pesan penting dalam hidup. Jangan pernah kehilangan tujuan atau tidak bisa melihat tujuan.

    Saat saya sedang asyik berenang, tiba-tiba terpikirkan untuk berenang terbalik, tubuh menghadap langit-langit kolam renang indoor tersebut. Saya mulai berenang terbalik dari satu ujung ke ujung lainnya. Karena yang bisa mendorong saya berenang hanyalah sominan gerakan kaki, proses renang menjadi lebih lambat dari biasanya. Setelah sekitar hampir satu menit saya menikmati berenang terbalik ini saya mulai berpikir, sudah mau sampai belum ya?

    Rasanya sudah mau sampai deh. Saya mulai sedikit bingung karena sama sekali tidak bisa mlihat ujung kolam renang yang sedang saya tuju. Saya mulai mempersiapkan diri untuk mencapai tepi kolam, saya memposisikan tangan kanan saya lurus mendahului kepala saya, agar jika saya sudah sampai tepi, saya tidak menabrakkan kepala saya. Sejumlah waktu berlalu, rasanya sudah lama, dan belum sampai juga. Tidak ada patokan kemajuan saya mencapai tepi kolam. Yang ada hanya merasa sudah cukup jauh dan cukup lama. Saya memutuskan untuk melanjutkan sebentar lagi.

    Namun, hati saya semakin bingung dan gundah, ini sudah mau sampai atau belum, proses renang pun menjadi tidak begitu stabil, tadinya saya bisa bergerak dengan mudah dan lurus, dengan wajah terapung dan tidak diperngaruhi oleh air, sekarang menjadi berantakan dan mulai kena air, napas pun menjadi kacau. Proses berenangnya menjadi aneh, dan tidak menyenangkan. Tanpa sengaja, saya terminum sedikit dan mengacaukan semua pola napas dan renang saya, akhirnya terpaksa saya membalikkan tubuh saya, dan tebak, apa yang saya lihat?

    Tujuan saya, tepi kolam yang ingin saya tuju itu ternyata masih sejauh 4 meter lagi. Bukan sebuah jarak yang tidak bisa saya capai dengan mudah. Saya mudah mondar-mandir berenang berkali-kali mencapai tepi demi tepi tanpa kesulitan atau kelelahan sama sekali. Tapi ketika saya tidak tahu tujuan saya ada di mana, sudah bagaimana perkembangan yang saya hasilkan, saya tidak tahu menahu sama sekali sekarang. Saya hanya tahu, sudah jauh, mestinya sudah mau sampai.

    Alangkah kecewanya saya ketika mengetahui ternyata masih ada 4 meter lagi. Akhirnya dengan cara berenang biasa saya menyelesaikan 4 meter terakhir itu dengan perasaan yang sangat disayangkan. Peristiwa ini mengingatkan saya pada diri saya untuk tidak kehilangan tujuan sama sekali, pegang teguh tujuan, ketahui perkembangan maka semangat pun akan semakin mengalir.

    Ingat kembali saya tidak meletakkan tujuan saya 5 cm di depan saya. Seperti yang dibahas dengan luar biasa dalam novel 5 cm. Saya juga ingat ada pengaruh kejelasan terhadap perkembangan kita. Dalam sebuah pelatihan yang dibimbing oleh Bapak Andrias Harefa, kami diminta untuk mengangkat satu kaki dan bertahan selama mungkin. Lalu untuk kedua kalinya, kami diminta untuk melakukan hal yang sama, namun dengan mata tertutup, apa yang terjadi? Paling lama hanya bisa bertahan 15 detik saja, dibanding sebelumnya yang bisa sampai hitungan menit.

    Ketika mata tertutup, tidak melihat adanya perkembangan, tujuan, maka kami pun kehilangan kejelasan. ketika itu terjadi, semua energi untuk bertahan, terus melakukan hal yang perlu dilakukan pun seolah merembes begitu saja seperti air yang terserap ke dalam pasir kering. Kami merasa tidak ada lagi kekuatan keseimbangan atau kekuatan untuk bertahan, satu detik lagi sekalipun tidak sanggup rasanya.

    Sama seperti proses berenang tadi, secara logika saya sama sekali bukan tidak sanggup untuk menyelesaikan 4 meter itu, namun karena tidak ada kejelasan tinggal berapa meter lagi, mendadak fokus, keseimbangan, tenaga untuk maju pun hilang.

    Pelajaran saya hari itu adalah kembalikan tujuan ke depan pandanganku. Terima kasih karena sudah membaca tulisan ini.

    Selamat mencapai tujuanmu teman.

    Ide tentang Uang

    Posted By on October 7, 2011

    Suatu hari dalam pelatihan bacakilat di mana para peserta sedang mempraktikkan langkah-langkah bacakilat, saya dan salah seorang mentor bacakilat, (mentor bacakilat adalah alumni bacakilat yang passionate untuk membantu dan mendampingi peserta untuk bisa menguasai bacakilat dengan baik), bernama Hendra Hu, kebetulan beliau juga seorang pengusaha besar, terlibat percakapan menarik.

    Tiba-tiba beliau berkata kepada saya, ada sebuah cerita menarik tentang uang. Suatu hari seorang bule pergi ke sebuah desa dan menginap di sebuah losmen. Karena peraturan lokal losmen tersebut mengharuskan tamu untuk ,emberikan deposito, maka si Bule memberikan $100 kepada pemilik losmen. Dan akan mengambil uang itu kembali ketika keluar nanti.

    Di sini cerita mulai menarik, dengan uang deposit $100 ini pemilik losmen mengunjungi sahabatnya, penjual daging, ia membayar hutangnya selama ini, sebesar $100 kepada penjual daging. Lunaslah hutang pemilik Losmen kepada penjual daging.

    Penjual daging ini lalu menemui teman baiknya, penjual sayur, ternyata penjual daging memiliki hutang yang sudah menumpuk kepada penjual sayur, sebesar $100. Dengan uang yang dibayarkan oleh pemilik Losmen, maka lunas pulalah hutang si penjual daging ke penjual sayur.

    Sekarang uang $100 sudah ada di tangan penjual sayur, ia teringat hutangnya yang sudah 2 tahun belum dilunasi ke penjual sepeda, kebetulan juga sebesar $100 dollar. Nah, tanpa pikir panjang karena mendapatkan “rejeki nomplok” ia langsung membayar hutangnya kepada penjual sepeda di desanya. Ia pun sangat lega karena sudah tidak punya hutang lagi kepada sahabatnya.

    Begitu uang $100 dollar ini sampai ke tangan penjual sepeda, ia bertemu dengan pemilik Losmen yang sedang mencari uang untuk bisa mengembalikan $100 uang deposit tamunya. Ia pun terinhat akan piutangnya kepada penjual sepeda untuk memulai bisnis barunya, karena teman baik, ia sudah lama sekali belum berani menagih piutangnya, karena sudah kepepet, ia pun iseng meminta pelunasan dari penjual sepeda. Sahabatnya ini pun lanhsung membayar hutangnya dengan uang $100 yang didapatkan dari penjual sayur.

    Keesokan harinya, tamu losmen pun check out melanjutkan perjalanannya, dan menarik kemabli uang $100 yang ia depositkan. Tanpa mengetahui uangnya itu telah melunasi hutang-hutang yang ada di desa itu. Bagi para penduduk desa, hutang mereka terbayar tanpa harus mengeluarkan uang seperser pun dari kantong mereka.

    Saya terkesan dengan cerita ini, seorang bijak yang sukses, Brad Sugars mengatakan uang adalah ide yang didasari dengan kepercayaan diri (akan ide tersebut). menurut Anda, uang itu adalah apa? Apa yang ada dalam pikiran Anda tentang uang?

    Tidur atau Mati

    Posted By on September 23, 2011

    Apa yang sering kali Anda korbankan ketika sedang sibuk, pekerjaan menumpuk? Ya, mayoritas orang akan menjawab waktu tidurlah yang dikorbankan. Dikurangi untuk menyelesaikan pekerjaan di depan mata, atau untuk mengejar impian.

    Untuk menyelesaikan tugas atau menjalankan aktifitas yang padat Anda membutuhkan energi yang cukup. Istirahat atau tidur adalah cara paling efektif untuk memulihkan energi sehingga Anda bisa melakukan aktivitas dengan baik.

    Sebuah penelitian yang dilakukan di Chicago University pada beberapa ekor tikus. Setiap kali tikus itu mau tidur, dilakukan interfensi sehingga tikus tidak bisa tidur. Beberapa hari kemudian tikus-tikus ini mulai mengkonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya. Diperkirakan untuk mengatasi kekurangan energi yang terjadi karena tidak tidur. Dalam kurun waktu seminggu tikus mulai stress dan menggaruk-garuk dirinya dan rambut pun mulai rontok, dan timbul luka yang tidak kunjung sembuh. Hari ke tujuh belas sampai dua puluh tikus-tikus itu mati.

    Pada manusia, ada orang yang memecahkan rekor karena berhasil tidak tidur selama 19 hari sekaligus. Keberhasilannya itu dibayar pula dengan kerusakan pada organ-organ tubuhnya. Mata, otak yang menyebabkan mentalnya terganggu. Apakah berharga mengurangi waktu tidur? Saat Anda tidak tidur, tubuh juga tidak memproduksi melatonin yang berfungsi untuk mengistirahatkan organ tubuh. Salah satu akibat kekurangan tidur adalah perut yang buncit. Karena tubuh tidak diberikan waktu untuk istirahat dan mencerna makanan dengan benar.

    Saya mengenal seorang mentor yang luar biasa, sangat passionate untuk mewujudkan impian dan membantu banyak orang. Ia mengorbankan waktu tidurnya sangat banyak, sampai suatu hari saya bertemu beliau kembali, perutnya sangat buncit seperti wanita hamil 6 bulan.

    Ternyata dengan tidur, pekerjaan, pemikiran berjalan lebih baik, Anda bisa melakukan pekerjaan semakin baik dan produktivitas serta emosi pun terjaga dengan baik. Energi yang terpulihkan saat tidur itu membuat Anda segar dan waspada untuk bisa melakukan aktivitas dengan baik.

    Berapa lama waktu tidur yang dikatakan cukup itu? Waktu tidur yang optimal adalah 7-9 jam pada malam hari. Dengan tidur juga kita bisa memperpanjang usia, karena organ tubuh diistirahatkan dengan baik. Bayangkan saja jika kendaraan Anda terus menerus menyala dan tidak pernah diservis, bertahan berapa lamakah kendaraan Anda? Kalau kendaraan itu ada spare part yang bisa kita ganti, bagaimana dengan tubuh kita?

    Selain tidur di malam hari, untuk melakukan aktivitas dengan baik, kita juga perlu ada istirahat setiap 90 menit. Mengatur waktu dengan baik hanyalah sebagian dari jawaban untuk menibgkatkan produktivitas. Anda perlu mengatur energi dengan baik sehingga selalu optimal dalam melakukan aktivitas. Istirahat ini setelah 90 menit ini bisa berupa meditasi, relaksasi atau bisa melelapkan diri Anda 10-15 menit.

    Tubuh manusia bukanlah seperti komputer yang walaupun sudah dinyalakan 24 jam pun kecepatan prosesornya masih sama, manusia perlu mengatur energi. Sudahkan Anda tidur yang cukup tadi malam?

    Semoga bermanfaat.