Cabut Akar Masalah Obesitas dengan Hipnoterapi

Tuesday, December 22, 2009
By Agus Setiawan

Berikut adalah hasil wawancara saya dengan Majalah Media Kawasan.

Olahraga dan modifikasi pola makan memang dua cara teraman untuk mengatasi obesitas. Masalahnya, cara-cara itu tidak menampakkan hasil yang instan, dan membuat para obes tergoda opsi-opsi lain, seperti operasi, obat pelangsing, ataupun pengobatan alternatif.

Salah satu metode alternatif yang sering dicoba adalah hipnoterapi. Lalu, apakah hipnoterapi itu sebenarnya? Agus Setiawan, praktisi hipnoterapi, menjelaskan, hipnoterapi adalah terapi yang dijalankan ketika pasien berada dalam kondisi hipnosis. Hipnosis sendiri adalah ditembusnya faktor kritikal atau pikiran sadar seseorang, dan diterimanya sugesti tertentu.

Pertanyaan lain pun menyeruak, amankah? Agus menjamin, terapi yang dipelopori oleh Franz Anton Mesmer, dan dipopulerkan oleh James Braid sampai nama besar seperti Milton Erickson dan Gil Boyne ini 100% aman, karena di dalam diri manusia ada empat “filter”, yakni agama, keamanan (survival), logika dan kebenaran. Jadi, terapis tidak bisa sembarang memasukkan sugesti ke pikiran klien, apalagi jika ia seorang client-centered hypnotherapist, yang menyembuhkan klien dengan memberdayakan semua sumber daya dari diri kliennya dan membimbingnya (guide), bukan dengan memasukkan keyakinan sendiri dan memimpinnya (lead).

Bicara soal cara kerja hipnoterapi, Agus menjelaskan, selama sesi terapi sekitar 2 jam, terapis akan mencari dan menyembuhkan akar masalah, mengubah “program” menghambat dalam diri klien, dan memasukkan sugesti baru sesuai dengan keinginan klien.

Dalam kasus obesitas misalnya, umumnya masalah berakar dari masa kecil, semasa bayi. Saat bayi menangis, orangtuanya akan mengecek apakah ia buang air atau tidak. Jika tidak, orang tua akan memberikannya makan atau empeng. Padahal, bisa jadi bayi menangis bukan karena lapar, tetapi sedang takut, kesepian atau tertekan. Tetapi, karena orang tua tidak menyadarinya, dan kebiasaan itu berlanjut, di dalam diri bayi akan muncul program “jika saya takut/kesepian, maka saya harus mengunyah sesuatu”.

Saat dewasa, tentu ia tidak mungkin mengulum empeng, jadi ia beralih ke makanan. Masalahnya, makanan cepat habis. Begitu tertelan, mulut kembali kosong, sehingga harus diisi makanan lagi. Ujung-ujungnya, bobot tubuh bertambah.

Saat dihipnoterapi, program menyebabkan obesitas atau lainnya itu dicari penyebabnya dan dihilangkan. Umumnya program berbentuk “Jika… maka…” dengan membereskan akar masalahnya, program itu bisa kita rubah sesuai dengan kehendak klien, misalnya, menjadi “jika takut/tertekan, lebih baik berolahraga”, atau klien diberikan sugesti yang mendukungnya untuk program diet.

Memang, ada beberapa kasus yang tidak bisa disembuhkan dengan hipnoterapi, seperti yang murni disebabkan oleh faktor fisiologis dan genetik. Namun, jika gangguan tersebut terkait dengan pola pikir dan “program” pikiran, maka bisa diatasi, ujar Agus.

Yang terpenting, lanjut Agus, klien harus yakin dan mau bekerja sama. Sebab, untuk membuka gerbang kritikal, klien harus dalam keadaan rileks secara mental. Begitu gerbang terbuka, aneka gangguan akan dapat diatasi, termasuk kebiasaan merokok, kelainan preferensi seksual, insomnia, hingga berbagai penyakit psikosomatik.

Seberapa efektif hipnosis?

Psychoanalysis: 38% sembuh setelah 600 sesi.
Behavior Therapy: 72% sembuh setelah 22 sesi.
Hypnotherapy: 93% sembuh setelah 6 sesi.

Source: American Health Magazine

Tags: , , , , ,

Leave a Reply