<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agus Setiawan &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://agus-setiawan.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agus-setiawan.com</link>
	<description>Subconscious Coach - Menggunakan Manajemen Gelombang Otak Untuk Melakukan Transformasi Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 May 2010 04:21:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa Membaca suka Lupa</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/mengapa-membaca-suka-lupa/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/mengapa-membaca-suka-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 04:21:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara membaca 1 halaman 1 detik]]></category>
		<category><![CDATA[membaca dengan efektif]]></category>
		<category><![CDATA[metode bacakilat]]></category>
		<category><![CDATA[teknik bacakilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Kita memiliki keterbatasan dalam penerimaan memori. Ada bagian yang membuat kita bisa melupakan hal yang telah kita baca, Kita lihat atau kita alami.
Karena proses membaca, kita bahas dari mata saja ya.
Informasi berjalan seperti ini:
Informasi dari visual &#8211;&#62; disimpan di dalam pusat memori (hipokampus) &#8211;&#62; masuk ke short term memory &#8211;&#62; long term memory
Prosesnya jika kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita memiliki keterbatasan dalam penerimaan memori. Ada bagian yang membuat kita bisa melupakan hal yang telah kita baca, Kita lihat atau kita alami.</p>
<p>Karena proses membaca, kita bahas dari mata saja ya.</p>
<p>Informasi berjalan seperti ini:</p>
<p>Informasi dari visual &#8211;&gt; disimpan di dalam pusat memori (hipokampus) &#8211;&gt; masuk ke short term memory &#8211;&gt; long term memory</p>
<p>Prosesnya jika kita membaca biasa, umumnya mereka hanya mendapatkan 50% perngertian itu. Setelah 48 jam ditampung dalam hipokampus, ternyata hanya tinggal 10% saja yang diteruskan ke memori jangka panjang.</p>
<p>dengan usaha yang begitu besar, kita ternyata hanya memahami 5% dari buku yang kita baca.</p>
<p>Sedangkan inti dari buku adalah 4 &#8211; 11%. Pertanyaannya apakah 5% itu termasuk ke dalam 4 &#8211; 11% ini?</p>
<p>Jika termasuk, maka Anda tanpa melihat buku pun bisa menceritakan pengertian Anda dari buku yang Anda baca.</p>
<p>Namun kebanyakan bukan itu yang kita dapatkan. Dan kita tidak bisa menjelaskan apa yang ada dalam buku itu. Apa yang kita dapatkan sesuai dengan tujuan kita membaca buku.</p>
<p>Untuk mendapatkannya, kita perlu meningkatkan keaktifan dalam membaca.</p>
<p>Bacakilat dengan serangkaian teknik membaca yang aktif, membantu Anda memasukkan informasi ke dalam memori jangka panjang. Dengan semua informasi berada dalam memori jangka panjang ini, Anda akan dengan mudah memancing informasi ini keluar.</p>
<p>Anda mendapatkan informasi 4 &#8211; 11% dari inti buku dengan mudah dan mendapatkan tujuan yang Anda inginkan.</p>
<p>Bagaimana memaksimalkan cara biasa dalam membaca?</p>
<p>Anda perlu memberikan gambaran besar kepada diri Anda. Apa yang ada dalam buku ini dan apa yang ingin Anda dapatkan dari membaca buku ini.</p>
<p>dengan dua hal ini dilakukan, maka keefektifan dalam membaca akan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/mengapa-membaca-suka-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cabut Akar Masalah Obesitas dengan Hipnoterapi</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/cabut-akar-masalah-obesitas-dengan-hipnoterapi/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/cabut-akar-masalah-obesitas-dengan-hipnoterapi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 03:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[akar masalah]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[mental blok]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah hasil wawancara saya dengan Majalah Media Kawasan.
Olahraga dan modifikasi pola makan memang dua cara teraman untuk mengatasi obesitas. Masalahnya, cara-cara itu tidak menampakkan hasil yang instan, dan membuat para obes tergoda opsi-opsi lain, seperti operasi, obat pelangsing, ataupun pengobatan alternatif.
Salah satu metode alternatif yang sering dicoba adalah hipnoterapi. Lalu, apakah hipnoterapi itu sebenarnya? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah hasil wawancara saya dengan Majalah Media Kawasan.</p>
<p>Olahraga dan modifikasi pola makan memang dua cara teraman untuk mengatasi obesitas. Masalahnya, cara-cara itu tidak menampakkan hasil yang instan, dan membuat para obes tergoda opsi-opsi lain, seperti operasi, obat pelangsing, ataupun pengobatan alternatif.</p>
<p>Salah satu metode alternatif yang sering dicoba adalah hipnoterapi. Lalu, apakah hipnoterapi itu sebenarnya? <strong>Agus Setiawan</strong>, praktisi hipnoterapi, menjelaskan, hipnoterapi adalah terapi yang dijalankan ketika pasien berada dalam kondisi hipnosis. Hipnosis sendiri adalah ditembusnya faktor kritikal atau pikiran sadar seseorang, dan diterimanya sugesti tertentu.</p>
<p>Pertanyaan lain pun menyeruak, amankah? Agus menjamin, terapi yang dipelopori oleh Franz Anton Mesmer, dan dipopulerkan oleh James Braid sampai nama besar seperti Milton Erickson dan Gil Boyne ini 100% aman, karena di dalam diri manusia ada empat “<em>filter</em>”, yakni agama, keamanan (<em>survival</em>), logika dan kebenaran. Jadi, terapis tidak bisa sembarang memasukkan sugesti ke pikiran klien, apalagi jika ia seorang <em>client-centered hypnotherapist</em>, yang menyembuhkan klien dengan memberdayakan semua sumber daya dari diri kliennya dan membimbingnya (<em>guide</em>), bukan dengan memasukkan keyakinan sendiri dan memimpinnya (<em>lead</em>).</p>
<p>Bicara soal cara kerja hipnoterapi, Agus menjelaskan, selama sesi terapi sekitar 2 jam, terapis akan mencari dan menyembuhkan akar masalah, mengubah “program” menghambat dalam diri klien, dan memasukkan sugesti baru sesuai dengan keinginan klien.</p>
<p>Dalam kasus obesitas misalnya, umumnya masalah berakar dari masa kecil, semasa bayi. Saat bayi menangis, orangtuanya akan mengecek apakah ia buang air atau tidak. Jika tidak, orang tua akan memberikannya makan atau empeng. Padahal, bisa jadi bayi menangis bukan karena lapar, tetapi sedang takut, kesepian atau tertekan. Tetapi, karena orang tua tidak menyadarinya, dan kebiasaan itu berlanjut, di dalam diri bayi akan muncul program “jika saya takut/kesepian, maka saya harus mengunyah sesuatu”.</p>
<p>Saat dewasa, tentu ia tidak mungkin mengulum empeng, jadi ia beralih ke makanan. Masalahnya, makanan cepat habis. Begitu tertelan, mulut kembali kosong, sehingga harus diisi makanan lagi. Ujung-ujungnya, bobot tubuh bertambah.</p>
<p>Saat dihipnoterapi, program menyebabkan obesitas atau lainnya itu dicari penyebabnya dan dihilangkan. Umumnya program berbentuk “Jika&#8230; maka&#8230;” dengan membereskan akar masalahnya, program itu bisa kita rubah sesuai dengan kehendak klien, misalnya, menjadi “jika takut/tertekan, lebih baik berolahraga”, atau klien diberikan sugesti yang mendukungnya untuk program diet.</p>
<p>Memang, ada beberapa kasus yang tidak bisa disembuhkan dengan hipnoterapi, seperti yang murni disebabkan oleh faktor fisiologis dan genetik. Namun, jika gangguan tersebut terkait dengan pola pikir dan “program” pikiran, maka bisa diatasi, ujar Agus.</p>
<p>Yang terpenting, lanjut Agus, klien harus yakin dan mau bekerja sama. Sebab, untuk membuka gerbang kritikal, klien harus dalam keadaan rileks secara mental. Begitu gerbang terbuka, aneka gangguan akan dapat diatasi, termasuk kebiasaan merokok, kelainan preferensi seksual, insomnia, hingga berbagai penyakit psikosomatik.</p>
<p>Seberapa efektif hipnosis?</p>
<p><strong>Psychoanalysis:</strong> 38% sembuh setelah 600 sesi.<br />
<strong>Behavior Therapy: </strong>72% sembuh setelah 22 sesi.<br />
<strong>Hypnotherapy:</strong> 93% sembuh setelah 6 sesi.</p>
<p>Source: <em>American Health Magazine</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/cabut-akar-masalah-obesitas-dengan-hipnoterapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Mungkin Membaca 1 Halaman 1 Detik?</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/apakah-mungkin-membaca-1-halaman-1-detik/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/apakah-mungkin-membaca-1-halaman-1-detik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 17:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[bacakilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini adalah pertanyaan Anda. Termasuk saya dulu, saya juga selalau mempertanyakan teknik ini. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, membaca buku dengan kecepatan satu halaman per detik. Jauh lebih cepat dari speed reading atau bacakilat.
Mungkin saja Anda juga skeptis menilai ini. Saya juga memulainya dengan kondisi yang sama. Saya sangat tertarik dengan pengetahuan perkembangan diri. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ini adalah pertanyaan Anda. Termasuk saya dulu, saya juga selalau mempertanyakan teknik ini. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, membaca buku dengan kecepatan satu halaman per detik. Jauh lebih cepat dari speed reading atau bacakilat.</p>
<p>Mungkin saja Anda juga skeptis menilai ini. Saya juga memulainya dengan kondisi yang sama. Saya sangat tertarik dengan pengetahuan perkembangan diri. Kekuatan pikiran sampai bagaimana dengan memanfaatkan kekuatan pikiran, kita bisa membantu orang lain sembuh dari masalahnya.</p>
<p>Saya selalu ingin menemukan cara yang mudah dan cepat untuk meningkatkan diri saya, membantu orang lain mencapai potensi yang maksimal dari dirinya, pencarian ini membawa saya menemukan sebuauh teknik membaca yang membuat saya terperangah, dan juga skeptis seperti Anda saat ini.</p>
<p>Maka saya melakukan riset, banyak orang di dunia ini yang berhasil menguasai teknik ini dengan nama yang berbeda-beda. Mereka dengan mudah menyedot informasi dari buku dan tiba-tiba saja sudah berada dalam pikiran mereka. Ini sungguh sebuah teknik yang sangat gila menurut saya.</p>
<p>Apa yang ada dalam diri manusia sampai seseorang bisa menguasai teknik membaca ini. Bukan seseorang saja, bahkan sangat banyak orang yang bisa menggunakannya. Termasuk Anthony Robbins dan Brian Tracy menggunakan teknik ini untuk meningkatkan diri mereka dari membaca.</p>
<p>Bukti bahwa teknik ini bisa berhasil sudah saya dapatkan, namun saya juga masih belum puas. Saya mencari lagi literatur yang menjelaskan bagaimana kita bisa menguasai teknik ini. Karena menurut saya, jika kita semua bisa menguasai teknik ini, maka perkembangan diri kita akan menjadi sangat luar biasa. Maka, pada akhirnya, bangsa Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi. Karena sumber daya manusia meningkat. Mengingat minat membaca bangsa kita masih belum begitu tinggi, mudah-mudahan teknik ini bisa meningkatkan minat membaca kita semua. Karena umumnya kita terpentok masalah waktu, benar begitu?</p>
<p>Akhirnya sedikit demi sedikit saya mulai menemukan mengapa jika kita tahu caranya, kita juga bisa melakukannya. Membaca dengan kecepatan 1 halaman 1 detik. Ternyata semua kemampuan kita sudah ada dalam diri kita. Sudah ada dalam fisik kita, sudah ada dalam pikiran kita. Hanya saja selama ini kita belum menyadarinya. Karena belum menyadarinya, maka kita belum bisa menggunakannya.</p>
<p>Membaca 1 halaman per detik ini layaknya memotret apa pun yang kita pandang dan memasukkannya ke dalam pikiran kita, lebih tepatnya pikiran bawah sadar. Angka yang sangat mengejutkan, ternyata mata kita, dalam waktu 1 detik bisa menangkap 100 juta bit informasi. Jika kita melihat 1 bentuk bola, itu adalah 1 bit, warna bola masing-masing 1 bit. Jadi dalam sekali pandang, mata manusia bisa menangkap semua informasi yang ada.</p>
<p>Indera pendengaran kita menangkap 30.000 bit informasi per detik. Sedangkan indera peraba dari seluruh tubuh kita digabungkan menangkap 100 juta bit informasi per detik juga.</p>
<p>Ternyata kemampuan indera kita ini tidak dibarengin dengan kekuatan pikiran sadar. Karena pikiran sadar kita hanya bisa menangkap 15-50 bit informasi per detiknya. Memang demikian kerja pikiran sadar kita. Jika pikiran sadar kita juga bisa menerima semua informasi ini, maka mungkin rumah sakit jiwa sudah penuh sejak dulu kali ya. Inilah Luar Biasanya Tuhan. Tuhan menciptakan kita dengan sistem yang begitu canggih.</p>
<p>Ke mana semua informasi yang ditangkap semua indera kita tadi? Semuanya tersimpan dalam pikiran bawah sadar kita. Dan pikiran bawah sadar kita akan berkomunikasi dengan kita jika kita berhadapan dengan sesuatu. Mungkin Anda perlu mengingat sebuah informasi dan tiba-tiba saja, AHA, Anda ingat semua yang Anda butuhkan. Ini adalah salah satu bentuk dari intuisi.</p>
<p>Pikiran bawah sadar berkomunikasi dengan cara memberitahu kita dengan intuisi kita.</p>
<p>Bacakilat memanfaatkan kekuatan indera kita dan juga kekuatan pikiran bawah sadar kita untuk membuat teknik ini bisa berhasil. Bagaimana prosesnya, akan saya jelaskan dalam buku bacakilat. Segera terbit nanti. Tunggu ya tanggal mainnya. Namun, dalam workshop bacakilat, saya akan membimbing setiap peserta untuk bisa mengaktifkan semua kemampuan kita ini untuk bisa membacakilat, membaca dengan kecepatan 1 halaman satu detik.</p>
<p>Buat Anda yang ingin cepat menguasainya, silakan ikut workshop, jika Anda ingin belajr sendiri juga bisa, namun memang membutuhkan waktu yang agak lama dibanding workshop. Salah satau hal penting dalam workshop adalah menghilangkan program dalam diri kita yang menghambat kita untuk berkembang dan meningkatkan diri. Misalnya rasa malas, kurang konsentrasi, merasa tidak percaya diri dan lain-lain.</p>
<p>Juga setiap peserta bisa masuk ke dalam kondisi yang ideal untuk belajar. Di mana kondisi ini kita semua berada dalam kondisi reseptif dan intuitif. Kondisi yang bisa membuat kita meningkatkan IQ kita. Menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Meningkatkan kualitas diri kita dari dalam.</p>
<p>Sampai akhirnya, setiap peserta bisa menguasai bacakilat dan bisa membaca dengan kecepatan 1 halaman 1 detik, dan tetap menikmati proses membaca, tanpa fiksasi mata yang melelahkan sepanjang kita membaca. Dan, kita mendapatkan pengertian yang tinggi dari proses kita membaca. Memabca jauh lebih singkat waktunya, pengertian yang tinggi untuk perkembangan diri kita. Termasuk meningkatkan nilai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/apakah-mungkin-membaca-1-halaman-1-detik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hipnosis Menyebabkan Gangguan Keseimbangan Bawah Sadar?</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/hipnosis-menyebabkan-gangguan-keseimbangan-bawah-sadar/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/hipnosis-menyebabkan-gangguan-keseimbangan-bawah-sadar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 07:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[filter mental]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Keseimbangan Bawah Sadar]]></category>
		<category><![CDATA[hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat hipnoterapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa orang klien menanyakan kepada saya bahwa ada yang mengatakan kepada mereka bahwa hipnosis bisa menyebabkan gangguan keseimbangan di pikiran bawah sadar. Apakah ini benar? Mari kita lihat hebatnya pikiran bawah sadar kita.
Pertama kita lihat dulu bagaimana kondisi hipnosis sebenarnya. Banyak sekali pengertian yang diberikan di dunia tentang hipnosis, definisi hipnosis yang paling banyak diterima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://agus-setiawan.com/wp-content/uploads/2009/10/Hipnosis.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="Hipnosis dan pikiran bawah sadar" src="http://agus-setiawan.com/wp-content/uploads/2009/10/Hipnosis-226x300.jpg" alt="Hipnosis dan pikiran bawah sadar" width="226" height="300" /></a>Beberapa orang klien menanyakan kepada saya bahwa ada yang mengatakan kepada mereka bahwa hipnosis bisa menyebabkan gangguan keseimbangan di pikiran bawah sadar. Apakah ini benar? Mari kita lihat hebatnya pikiran bawah sadar kita.</p>
<p>Pertama kita lihat dulu bagaimana kondisi hipnosis sebenarnya. Banyak sekali pengertian yang diberikan di dunia tentang hipnosis, definisi hipnosis yang paling banyak diterima adalah berasal dari US Department of Education, Human Services Division yang mana terjemahannya adalah &#8220;Ditembusnya faktor kritis dari pikiran dan diterimanya sugesti tertentu&#8221;.</p>
<p>Dalam definisi itu tidak ada yang namanya relaksasi fisik. Dan penembusan faktor kritis ini bisa menggunakan banyak cara, lebih tepatnya ada lima cara untuk menembus faktor kritis ini dan membuat suatu hal atau informasi diterima oleh orang:</p>
<p><strong>1. Figur otoritas</strong>, jika sebuah informasi disampaikan oleh seorang yang dianggap orang yang penting, punya pengetahuan (menurut Anda), dan Anda menganggap ini adalah orang yang hebat, dengan latar belakangnya yang luar biasa, maka orang ini akan dengan sangat mudah menghipnosis Anda. Anda akan menerima apa yang dikatakan oleh orang ini tanpa menganalisa. Anda akan lebih cenderung menerima informasi yang disampaikan oleh orang ini, Hipnosis bisa juga disebut sebagai proses mempelajari atau menghilangkan pelajaran (belief) yang selama ini kita miliki.</p>
<p><strong>2. Repetisi</strong>, atau pengulangan, ini adalah sebuah cara yang sangat umum dipakai kebanyakan orang, dengan menanamkan sebuah informasi terus menerus ke dalam diri kita, membuat faktor kritis kita tidak tahan dan akhirnya jebol dan diterima oleh pikiran bawah sadar kita. Misalnya ada iklan yang diputar berulang-ulang sekali jalan, ini juga adalah bentuk dari komunikasi yang menghipnosis. Atau dalam dunia pengembangan diri ini disebut sebagai afirmasi.</p>
<p><strong>3. Identifikasi kelompok</strong>, Jika Anda tertarik, memiliki banyak kesamaan atau Anda mengidolakan <span id="more-81"></span>seseorang, maka Anda akan cenderung untuk menggunakan cara berpikir orang yang Anda idolakan tersebut, dari sisi positif, menjadikan orang yang sukses, atau sekelompok orang sukses sebagai role model. Atau sebaliknya menjadikan sebuah kelompok sebagai role model yang negatif. Bisa juga dijelaskan sebagai berikut, untuk bisa diterima oleh kelompok tertentu, maka seseorang akan menjalankan &#8220;budaya&#8221; yang ada dalam kelompok itu dan menjadikan itu bagian dari dirinya. Ini bisa sangat positif bisa juga negatif.</p>
<p><strong>4. Emosi yang tinggi</strong>, Sebuah kejadian yang mengandung emosi tinggi akan kita ingat sepanjang masa. Sebagai contoh, ada seorang teman saya yang menganggap bahwa pintar itu enak, hidup pasti enak dan makmur, karena dia melihat ayahnya sangat pintar dan sangat sukses dalam pekerjaannya, namun suatu hari, Ayahnya dipecat dari pekerjaan, ini mengakibatkan sebuah guncangan emosi yang besar dalam dirinya, saat itu dia memasukkan sebuah pengertian dalam diri (pikiran)-nya bahwa bekerja dengan orang lain itu sangat berbahaya. Sampai saat ini dia telah menjadi pebisnis yang sangat sukses. Ini adalah sebuah contoh kejadian yang mengandung emosi tinggi, yang akhirnya menghipnosis (memprogram) teman saya ini menjadi sukses sekarang.</p>
<p><strong>5. Kondisi hipnosis</strong>. Ini adalah kondisi di mana gelombang otak kita yang tadinya dominan di Beta, turun dan beralih ke dominan alfa dan teta. Dengan menggunakan komunikasi yang tepat seorang hipnotis atau hipnoterapis yang andal akan membawa klien ke dalam kondisi relaksasi pikiran, sehingga faktor kritis bisa dilewati dan kita masuk ke dalam pikiran bawah sadar klien.</p>
<p>Nah, dengan masuknya seseorang ke dalam pikiran bawah sadar kita, apakah akan mengakibatkan gangguan keseimbangan dalam pikiran bawah sadar kita? Tidak. Sama sekali tidak.</p>
<p>Walaupun faktor kritis telah ditembus, sehingga kita sangat tidak mungkin untuk melakukan analisa, namun Tuhan Maha Adil, pikiran bawah sadar kita masih memiliki 4 filter yang sangat kuat yang selalu melindungi kita dari hal yang akan memberikan akibat jelek pada diri kita, yaitu:</p>
<p>1. Filter Survival, pikiran akan bertanya, apakah ini akan membahayakan hidup saya, jika tidak maka filter ini akan lolos.</p>
<p>2. Filter moral agama, apakah apa yang disampaikan oleh hipnotis atau hipnoterapis ini melanggar moral agama yang saya yakini? Apakah ini bertentangan dengan ajaran moral agama saya? Jika bertentangan maka kita otomatis akan menolak sugesti atau arahan dari sang operator atau hipnotis dan hipnoterapis ini.</p>
<p>3. Filter Kebenaran, apakah informasi yang masuk benar? Contoh, jika seoarang hipnoterapis mengatakan bahwa rokok itu baunya seperti ikan busuk dan Anda akan meninggalkan rokok, dan lain sebagainya, ini mungkin akan diterima sementara, namun, kebenaran valid tidak akan berubah, maka Anda akan menolak, mana ada rokok yang bauna seperti ikan busuk? Kecuali, Anda menemukan rokok yang telah tertindih oleh ikan busuk, lagipula itu sudah pasti basah dan tidak akan bisa dihisap. Jenis terapi seperti ini disebut sebagai aversion therapy, dan terapi ini telah dilarang di Amerika, jika dilakukan, terapis itu akan masuk penjara.</p>
<p>4. Filter Logika, kita memiliki database yang kuat akan logika dan budaya tidak tertulis yang ada dalam lingkungan kita, jika tidak selaras dengan ini, apapun yang dikatakan terapis Anda kepada Anda, tidak akan Anda terima.</p>
<p>Oke, sekarang kita telah mengetahui bahwa pikiran kita begitu luar biasa tersusun dengan sangat rapih.</p>
<p>Oh iya, satu hal lagi, hipnoterapis yang kompeten adalah hipnoterapis yang disebut sebagai &#8220;Client Centered Hypnotherapist&#8221; di mana terapis tidak menggunakan belief dan keyakinannya untuk melakukan terapi, tetapi memberdayakan semua yang ada dalam diri klien untuk berubah dan sembuh dari masalah yang dihadapi dalam hidupnya.</p>
<p>Bisa jadi, Anda juga menemukan malpraktik, di mana ada yang &#8220;rusak&#8221; setelah diterapi dengan hipnosis. Tapi apakah itu menyebabkan disiplin ilmu hipnoterapi jadi rusak semua? Dan jika hipnoterapi memang akan mengganggu keseimbangan bawah sadar, maka tidak mungkin  Hipnoterapi diterima sebagai alat terapeutik yang sah di:</p>
<p>1. BMA (British Medical Association) pada tahun 1955</p>
<p>2. AMA (American Medical Association) pada tahun 1958</p>
<p>3. Agama Katolik telah menerima hipnoterapi sebagai cara terapi yang benar pada tahun 1958</p>
<p>4. APA (American Psychology Association) pada tahun 1960.</p>
<p>Pastikan Anda mendapatkan informasi yang tepat. Kunjungi website-website hipnosis dan hipnoterapi di seluruh dunia untuk melakukan validasi. Bisa juga Anda mengunjungi www.quantum-hypnosis.com untuk mencari informasi, di mana website ini memiliki informasi yang valid dan menjelaskan hubungan hipnoterapi secara scientific.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/hipnosis-menyebabkan-gangguan-keseimbangan-bawah-sadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Kesehatan Jiwa International</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/hari-kesehatan-jiwa-international/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/hari-kesehatan-jiwa-international/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 07:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari kesehatan Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[KabarIndonesia &#8211; Hari Kesehatan Jiwa Internasional yang jatuh tiap tanggal 10 Oktober tahun ini mengambil tema “Mental Health in Primary Care; Enhancing Treatment and Promoting Mental Health&#8221;.Tema ini tentunya diambil bukan tanpa sebab. Banyak penelitian mengatakan bahwa pasien yang mengalami gangguan kesehatan jiwa lebih banyak datang ke pelayanan primer dibandingkan ke pelayanan spesialistik.
Namun sayangnya masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KabarIndonesia</strong> &#8211; Hari Kesehatan Jiwa Internasional yang jatuh tiap tanggal 10 Oktober tahun ini mengambil tema “Mental Health in Primary Care; Enhancing Treatment and Promoting Mental Health&#8221;.Tema ini tentunya diambil bukan tanpa sebab. Banyak penelitian mengatakan bahwa pasien yang mengalami gangguan kesehatan jiwa lebih banyak datang ke pelayanan primer dibandingkan ke pelayanan spesialistik.</p>
<p>Namun sayangnya masih banyak pasien tersebut tidak mampu mengakses pelayanan kesehatan jiwa bahkan di tingkat primer sekalipun. Hal ini disebabkan karena pengetahuan masyarakat tentang gangguan kesehatan jiwa sangat terbatas. Kebanyakan masyarakat hanya mengenal gangguan jiwa berat seperti skizofrenia alias Gila sebagai satu-satunya gangguan jiwa yang dapat diobati di pelayanan kesehatan jiwa di tingkat primer.</p>
<p>Hal lain adalah pengetahuan para dokter sendiri di pelayanan primer yang mengetahui sedikit sekali tentang gangguan jiwa pada masyarakat.</p>
<h4>Bukan Hanya Gila</h4>
<p>Pasien jiwa berat seringkali disebut gila oleh masyarakat. Orang yang berperilaku aneh, kotor, tidak terurus, galak dan siap menyakiti orang lain adalah gmabaran pasien jiwa yang sangat terpatri <span id="more-79"></span>di benak masyarakat. Seolah-olah pasien gangguan kesehatan jiwa hanyalah pasien yang menderita Gila saja.</p>
<p>Kata Gila yang mengandung stigma yang kuat tentang kesehatan jiwa juga sulit dilepaskan dari ungkapan masyarakat untuk seseautu sikap perilaku dan emosional manusia yang tidak normal. Padahal masih banyak gangguan jiwa lain yang juga membutuhkan perhatian khusus seperti depresi, kecemasan, gangguan stres pasca trauma dan gangguan kesehatan jiwa pada anak.</p>
<h4>Beban Masyarakat</h4>
<p>Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan dalam laporannya bahwa pada tahun 2020 nanti beban global yang ditanggung negara akibat ketidakproduktifan kerja masyarakatnya disumbangkan paling tinggi dari gangguan jiwa depresi. Hal ini semakin membuat kita harus waspada tentang bahaya gangguan jiwa yang tidak terkenali di masyarakat kita.</p>
<p>Pengenalan gejala gangguan kesehatan jiwa khususnya yang sering terjadi di masyarakat sangat penting untuk terus menerus dilakukan. Hal ini agar masyarakat bisa mengatahui secara dini gangguan kesehatan jiwa yang dialami baik oleh dirinya sendiri atau orang-orang di lingkungannya.</p>
<p>Selain daripada itu juga perlu adanya informasi dan upaya dari masing-masing penyedia layanan kesehatan jiwa untuk terus menginformasikan kepada masyarakat sehingga dapat mengurangi stigma yang ada.</p>
<p>Selama ini kebanyakan masyarakat takut untuk datang ke dokter jiwa atau psikiater karena dianggap memalukan, tidak waras atau lebih parah lagi dikatakan mengalami kegilaan. Hal ini tentunya harus diwaspadai karena ternyata stigma ini bukan hanya terjadi di kalangan masyarakat bahkan di kalangan profesional di kalangan kesehatan sendiri.</p>
<p>Semoga dengan peringatan hari Kesehatan Jiwa Internasional, kita sebagai masyarakat dapat terus meningkatkan kesadaran kita tentang gangguan kesehatan jiwa.  Jangan lupa untuk dapat segera meminta pertolongan jika memang membutuhkan. (*)</p>
<p>*Penulis adalah psikiater, dosen di FK UKRIDA dan penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni Internasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/hari-kesehatan-jiwa-international/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kotak Peralatan Hipnoterapis</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/kotak-peralatan-hipnoterapis/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/kotak-peralatan-hipnoterapis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 06:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapis]]></category>
		<category><![CDATA[hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[mental block]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Anda mengunjungi seorang hipnoterapis, Anda mengunjungi seseorang yang dilatih secara profesional untuk bisa menjalankan pekerjaan tertentu, seperti Anda mengunjungi seorang seniman. Dan seperti layaknya seniman, seorang hipnoterapis memiliki banyak “alat” (baca cara), untuk membuatnya bisa melakukan tugasnya dengan baik. Hipnoterapis memiliki cara untuk menggali sejarah kasus Anda, membawa Anda masuk ke dalam kondisi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Anda mengunjungi seorang hipnoterapis, Anda mengunjungi seseorang yang dilatih secara profesional untuk bisa menjalankan pekerjaan tertentu, seperti Anda mengunjungi seorang seniman. Dan seperti layaknya seniman, seorang hipnoterapis memiliki banyak “alat” (baca cara), untuk membuatnya bisa melakukan tugasnya dengan baik. Hipnoterapis memiliki cara untuk menggali sejarah kasus Anda, membawa Anda masuk ke dalam kondisi yang ideal untuk melakukan terapi, dan cara untuk melakukan terapi atau restrukturisasi itu sendiri.</p>
<p>Apapun kasus yang ditanganinya, hipnoterapis Anda memilih cara dan pendekatan yang tepat untuk membantu Anda. Dan sebagai seorang yang terlatih secara profesional, biasanya minimal selama 100 jam tatap muka dengan trainer-nya, dia pasti memiliki “satu kotak peralatan” yang lengkap yang siap untuk digunakan. Tentu, Anda tidak ingin mempercayai seorang tukang kayu yang hanya memiliki martil bukan?</p>
<p>Jika satu-satunya alat yang dimiliki oleh seseorang adalah martil, maka semuanya akan dianggap paku. Ini sangat berbahaya.</p>
<p>Seorang tukang kayu tidak akan tahu alat mana yang akan dibutuhkan sampai dia melihat apa yang perlu diperbaikinya, barulah dia memutuskan untuk menggunakan alat yang mana. Sama juga dengan seorang hipnoterapis, dia tidak akan tahu cara mana yang bisa membantu Anda sampai dia tahu apa yang terjadi dengan Anda, caranya adalah Anda bertemu dengan terapis Anda.</p>
<p>Seorang hipnoterapis yang baik adalah dia yang menggunakan pendekatan yang terpusat pada kliennya. Bukan terpusat pada apa yang diinginkannya.</p>
<p>Banyak faktor yang menentukan teknik mana yang akan digunakan terapis untuk membantu Anda:<span id="more-74"></span></p>
<ul>
<li>Simptom Anda, simptom yang berbeda mungkin saja membutuhkan pendekatan yang berbeda</li>
<li>Tujuan atau harapan Anda terhadap sesi terapi, mungkin Anda ingin tahu, mengapa simptom ini muncul pada awalnya, atau mungkin Anda tidak peduli kapan ini muncul dan Anda hanya ingin terbebas dari perasaan atau simptom ini. Apa yang Anda inginkan menentukan pendekatan mana yang akan digunakan hipnoterapis Anda, dengan syarat untuk kesembuhan dan bebasnya Anda dari masalah Anda, Anda perlu menuruti apa yang dibimbing oleh hipnoterapis Anda, tentu saja dengan persetujuan Anda. Anda memiliki kendali penuh atas pikiran Anda</li>
<li>Sejarah Anda, mungkin agak aneh, tetapi karir atau latar belakang, hobi, apa yang Anda sukai, ketidaksukaan Anda menentukan, cara mana yang akan digunakan terapis Anda</li>
<li>Sejarah terapeutik Anda, mungkin Anda sudah pernah menemui seorang hipnoterapis sebelumnya, atau Anda belum pernah. Ini perlu diketahui oleh terapis Anda. Ini juga menentukan pendekatan apa yang akan digunakan.</li>
<li>Sistem keyakinan Anda, keyakinan Anda, kepercayaan Anda terhadap keyakinan atau agama Anda juga menentukan bagaimana seorang hipnoterapi membantu Anda, jika seorang hipnoterapis menggunakan pendekatan yang bertolak belakang dengan keyakinan Anda, maka Anda tidak dapat dibantuk untuk melakukan transformasi dalam kehidupan Anda.</li>
<li>Pilihan terapis, mungkin terapis Anda memiliki cara tertentu untuk membantu Anda, mungkin terapis A dan B bisa memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi berdasarkan pada satu sumber, yaitu Anda sebagai klien</li>
<li>Pelatihan yang diperoleh, mungkin terapis Anda selama ini dilatih untuk menggunakan pendekatan analisa, atau berorientasi pada solusi, yang mana menemukan akar masalah yang Anda alami dan membantu Anda dari masalah mental yang Anda hadapi.</li>
</ul>
<p>Cara yang digunakan hipnoterapis Anda mungkin bervariasi, bergantung dari apa yang ingin Anda bereskan. Seorang tukang kayu bisa saja menggunakan berbagai variasi alat, yang penting adalah pesanan Anda bisa Anda dapatkan dengan hasil yang memuaskan. Pastikan memilih seseorang yang memiliki alat atau cara yang lengkap, bukan hanya memiliki satu jurus atau satu alat saja misalnya hanya memiliki martil saja.</p>
<p>Ingat, pada akhirnya, hipnoterapis akan memilih cara yang paling cocok untuk Anda. Jika Anda menginginkan cara tertentu untuk menangani masalah Anda, dan terapis Anda tidak setuju serta memilih cara yang berbeda, dia pasti memiliki alasan yang kuat untuk itu. Hipnoterapis yang baik menggunakan pendekatan yang terpusat pada klien.</p>
<p>salam sukses</p>
<p>Agus Setiawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/kotak-peralatan-hipnoterapis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Law of Attraction atau Lack of Action?</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/law-of-attraction-atau-lack-of-action/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/law-of-attraction-atau-lack-of-action/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 15:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[Law of Attraction]]></category>
		<category><![CDATA[LoA]]></category>
		<category><![CDATA[mental block]]></category>
		<category><![CDATA[menurunkan berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[takut berbicara di depan umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Law of Attraction atau Lack of Action?
Dalam keseharian saya sebagai seorang hipnoterapis, saya sering kedatangan klien dari berbagai kota, antara lain Makassar, Bali, Balikpapan, Pekan Baru, Lampung dan beberapa kota lain. Mereka jauh-jauh dari kota asal mereka ke Jakarta, meminta bantuan saya untuk mengatasi masalah yang mereka alami dalam hidupnya. Berbagai masalah mulai dari tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Law of Attraction atau Lack of Action?</h1>
<p>Dalam keseharian saya sebagai seorang hipnoterapis, saya sering kedatangan klien dari berbagai kota, antara lain Makassar, Bali, Balikpapan, Pekan Baru, Lampung dan beberapa kota lain. Mereka jauh-jauh dari kota asal mereka ke Jakarta, meminta bantuan saya untuk mengatasi masalah yang mereka alami dalam hidupnya. Berbagai masalah mulai dari tidak percaya diri, takut berbicara di depan umum, selalu menghadapi tantangan dalam karir dan bisnis, sampai masalah berat badan dan intim.</p>
<p>Kebanyakan dari klien yang memiliki masalah dalam aspek finansial sering mempertanyakan tentang Loa (Law of Attraction). Mengapa LoA tidak bekerja dalam kehidupan mereka. &#8220;saya sudah menonton filmnya, sudah baca bukunya, sudah mempraktikkan apa yang diajarkan berbagai buku dan seminar seputar Law of Attraction, kok masih tidak jalan juga ya?&#8221;</p>
<p>Mengapa ini bisa terjadi? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu jujur kepada diri kita, bertanya ke dalam diri kita sendiri. Apakah Anda telah melakukan Action yang tepat dan benar? Apakah Anda telah <span id="more-59"></span>merancang perencanaan dan strategi yang tepat untuk menarik apa yang Anda inginkan hadir ke dalam hidup Anda. Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan yang bisa membawa impian Anda menjadi kenyataan, ternyata tidak bisa membawa Anda mencapai impian, malah Anda merasakan perasaan yang tidak nyaman, maka mungkin saja, saya ulangi mungkin saja, ada program atau keyakinan yang menghambat dalam diri Anda. Bisa jadi juga strategi yang Anda aplikasikan salah.</p>
<p>Kali ini saya tidak membahas tentang program atau keyakinan yang menghambat kita untuk sukses atau mendapatkan apa yang kita inginkan.</p>
<p>Tetapi ada satu sisi lagi yang membuat LoA (Law of Attraction) tidak bisa bekerja. Apa itu? Itu adalah LoA (Lack of Action). Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah DVD seminar dari James Arthur Ray. Dalam seminar ini dia menyinggung sedikit pertanyaan yang diajukan oleh Larry King saat dia tampil dalam acara yang sangat terkenal itu. &#8220;Apakah benar, jika kita terus memikirkan tentang sesuatu maka kita akan menariknya ke dalam hidup kita?&#8221; James menjawab, &#8220;tentu saja tidak benar. Jika itu yang terjadi, saya sudah menjadi wanita seksi sekarang, karena itulah yang selalu ada dalam pikiran saya saat saya SMA.&#8221;</p>
<p>Ini adalah kuncinya, hanya memiliki sebuah pemikiran tentang apa yang kita inginkan saja tidak akan membuat impian tercapai. Jika kita tetap LoA (Lack of Action atau tidak melakukan apa yang perlu kita lakukan), maka Law of Attraction tidak akan pernah bekerja.</p>
<p>Sebagian dari klien yang datang ke saya mengalami hal ini. Ketika saya bertanya, apa saja yang Anda lakukan dalam hidup Anda untuk membuat impian Anda tercapai. &#8220;Oh, saya selalu melakukan visualisasi impian saya terjadi. Afirmasi setiap malam.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terus apa lagi?&#8221;, tanya saya lebih lanjut. &#8220;Ya, saya melakukan kegiatan saya sehari-hari.&#8221; Nah, Anda tidak akan pernah bisa mencapai apa yang Anda inginkan, jika Anda tidak melakukan apa yang harus Anda lakukan untuk mencapai impian Anda. Kecuali memang, yang sudah Anda lakukan sudah dalam jalur mencapai impian Anda.</p>
<p>Sering kali kita harus melakukan hal yang baru, melakukan sebuah hal dengan cara yang berbeda untuk membuat impian kita tercapai. Mungkin kita harus melakukan hal itu di waktu yang selama ini menjadi waktu santai, apakah itu belajar hal yang baru, menulis buku, mencari prospek lebih banyak, apapun dalam perencanaan dan strategi Anda.</p>
<p>Tentu saja jika Anda melakukan suatu hal yang benar-benar Anda sukai, maka Anda tidak akan merasa Anda sedang bekerja. Anda akan bersatu dengan apa yang Anda lakukan, Anda mencintai apa yang Anda lakukan, sampai Anda merasakan waktu sepertinya sudah tidak berjalan lagi.</p>
<p>Jadi, jangan berasumsi terlebih dahulu mengapa kok Law of Attraction tidak jalan. Karena Tuhan Maha Adil. Apa yang Anda tabur itu yang akan Anda tuai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/law-of-attraction-atau-lack-of-action/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Hipnoterapi Bagi Kehidupan</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/manfaat-hipnoterapi-bagi-kehidupan/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/manfaat-hipnoterapi-bagi-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 00:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[adiwgunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[berhenti merokok]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[hipnobirthing]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[luka batin]]></category>
		<category><![CDATA[magnet uang]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen emosi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[menguruskan berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[mental blok]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan tentang hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[takut bicara di depan umum]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<category><![CDATA[weight management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya acara hipnosis yang dipublikasi secara luas di berbagai media khususnya televisi,  telah membuat bingung banyak orang. Apakah benar seorang hipnotis mampu menguasai pikiran orang lain? Ini adalah pertanyaan klasik yang sangat sering ditanyakan oleh kebanyakan orang dan khususnya klien yang ingin meminta bantuan seorang hipnoterapis profesional.
Ada lima jenis hipnosis menurut kegunaannya: hipnosis untuk hiburan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://agus-setiawan.com/wp-content/uploads/2009/08/42-21395831.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-56" title="Manfaat Hipnoterapi" src="http://agus-setiawan.com/wp-content/uploads/2009/08/42-21395831-150x150.jpg" alt="Manfaat Hipnoterapi" width="150" height="150" /></a>Maraknya acara <a href="http://agus-setiawan.com/hipnosis/">hipnosis</a> yang dipublikasi secara luas di berbagai media khususnya televisi,  telah membuat bingung banyak orang. Apakah benar seorang hipnotis mampu menguasai pikiran orang lain? Ini adalah pertanyaan klasik yang sangat sering ditanyakan oleh kebanyakan orang dan khususnya klien yang ingin meminta bantuan seorang hipnoterapis profesional.</p>
<p>Ada lima jenis <a href="http://agus-setiawan.com/hipnosis/">hipnosis</a> menurut kegunaannya: hipnosis untuk hiburan, <a href="http://agus-setiawan.com/hipnoterapi-2/">hipnosis klinis</a> atau dikenal dengan <a href="http://agus-setiawan.com/hipnoterapi-2/">hipnoterapi</a>, hipnosis untuk anestesi, hipnosis forensik, dan hipnosis untuk eksperimen yang berhubungan dengan berbagai fenomena pikiran.</p>
<p>Saat ini yang sering Anda lihat di televisi adalah salah satu penggunaan hipnosis, yaitu hipnosis untuk hiburan, di mana subjek hipnosis, atas persetujuannya, bersedia menjalankan sugesti yang diberikan oleh hipnotis untuk melakukan hal-hal yang lucu dan menghibur. <a href="http://agus-setiawan.com/hipnoterapi-2/">Hipnosis klinis</a> digunakan untuk membantu mengatasi masalah emosi dan psikosomatis, lengkapnya akan kita bahas di bawah ini. Hipnosis untuk anestesi adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik. Forensik hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi. Dan yang terakhir, bersifat eksperimental dan digunakan dalam meneliti fenomena metafisika.</p>
<p><a href="http://agus-setiawan.com/hipnoterapi-2/">Hipnosis klinis</a> atau dikenal dengan hipnoterapi secara resmi diterima sebagai alat terapeutik yang sah sejak:</p>
<ul>
<li>1955 di BMA (British Medical Association)</li>
<li>1958 di AMA (American Medical Association)</li>
<li>1960 di APA (American Psychology Association)</li>
</ul>
<p>Yang sebenarnya terjadi dengan hipnosis adalah <span id="more-51"></span>perubahan dominasi gelombang otak dari dominan beta ke dominan alfa dan teta. Dengan menggunakan manajemen gelombang otak seorang hipnoterapis akan membantu kliennya untuk <a href="http://agus-setiawan.com/hipnoterapi-2/">mengatasi masalah</a> dalam diri klien.</p>
<p>Hipnoterapis yang seperti apa yang bisa membantu Anda? Tentunya banyak hipnoterapis yang bisa membantu Anda mencapai tujuan Anda. Namun, hanya terapis yang terlatih secara profesional dalam teknik yang mengacu pada <em>Client Centered Therapy</em> atau berpusat pada klienlah yang bisa membantu kebanyakan orang dalam setiap praktiknya.</p>
<p>Untuk menjadi seorang hipnoterapis yang kompeten, seseorang paling tidak, harus mengikuti pelatihan dengan standar internasional, yaitu 100 jam tatap muka di kelas untuk mendalami teori pikiran, berbagai teknik intervensi yang basic hingga advanced dan aplikasinya secara klinis.</p>
<p>Hipnoterapi dapat membantu Anda yang mengalami atau ingin mencapai hasil tertentu seperti di bawah ini:</p>
<ul>
<li>phobia</li>
<li>trauma/luka batin</li>
<li>tidak percaya diri</li>
<li>takut berbicara di depan umum</li>
<li>gagap/kesulitan bicara</li>
<li>konflik diri (inner conflict)</li>
<li>takut sukses, takut gagal, dan hambatan mental lainnya</li>
<li>insomnia</li>
<li>migraine</li>
<li>kecemasan, stress, depresi</li>
<li>menjadi magnet uang dan instalasi program keberhasilan hidup</li>
<li>menemukan benda yang hilang</li>
<li>perilaku obsessive/compulsive</li>
<li>meng-uninstall berbagai program negative dari masa kecil</li>
<li>berhenti merokok</li>
<li>weight management</li>
<li>menghilangkan kebiasaan buruk</li>
<li>sex problem</li>
<li>berbagai penyakit psikosomatis, dll</li>
</ul>
<p><strong>Quantum Hypnosis Indonesia (QHI)</strong>, di bawah naungan Adi W. Gunawan, pakar mind technology dan trainer <strong>Scientific EEG &amp; Clinical Hypnotherapy</strong> terkemuka di Indonesia, telah menghasilkan banyak hipnoterapis cakap dan kompeten dalam membantu sangat banyak klien dengan beragam keluhan/masalah yang berhubungan dengan emosi atau psikis.</p>
<p>Bila anda membutuhkan bantuan hipnoterapis untuk mengatasi masalah anda maka anda bisa menghubungi hipnoterapis berikut yang secara resmi direkomendasikan oleh QHI.</p>
<p>Agus Setiawan, C.Ht</p>
<p><a href="mailto:agus@agus-setiawan.com">agus@agus-setiawan.com</a></p>
<p>HP: 0817 682 0000</p>
<p>http://www.quantum-hypnosis.com/index.php?pid=alumni</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/manfaat-hipnoterapi-bagi-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Tungku Mental</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/teori-tungku-mental/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/teori-tungku-mental/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 11:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[adiwgunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen emosi]]></category>
		<category><![CDATA[teori tungku mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[(Tulisan ini diambil dari www.adiwgunawan.com dengan ijin penulis)
Bulan Oktober hingga November 2008 saya menyelenggarakan 2 (dua) kelas pelatihan 100 jam sertifikasi hipnoterapis. Satu di Jakarta dan satu lagi di Surabaya. Dari sekian banyak teori dan teknik yang akan diajarkan, satu yang sangat penting adalah Teori Tungku Mental.
Teori ini saya bangun berdasar informasi dan pengetahuan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_28" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://agus-setiawan.com/wp-content/uploads/2009/07/Tungku-mental.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-28" title="Tungku mental" src="http://agus-setiawan.com/wp-content/uploads/2009/07/Tungku-mental-150x150.jpg" alt="Gambar Tungku Mental dari Adi W. Gunawan" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Tungku Mental dari Adi W. Gunawan</p></div>
<p>(Tulisan ini diambil dari <a title="AdiWGunawan" href="http://www.adiwgunawan.com" target="_blank">www.adiwgunawan.com</a> dengan ijin penulis)</p>
<p>Bulan Oktober hingga November 2008 saya menyelenggarakan 2 (dua) kelas pelatihan 100 jam sertifikasi hipnoterapis. Satu di Jakarta dan satu lagi di Surabaya. Dari sekian banyak teori dan teknik yang akan diajarkan, satu yang sangat penting adalah Teori Tungku Mental.</p>
<p>Teori ini saya bangun berdasar informasi dan pengetahuan yang saya dapatkan dari berbagai literatur yang saya pelajari ditambah dengan pengalaman praktik saya. Teori inilah yang sebenarnya mendasari Quantum Hypnotherapeutic Procedure yang diajarkan di Quantum Hypnosis Indonesia.</p>
<p>Nah, sebelum saya menjelaskan mengenai Teori Tungku Mental, saya akan bercerita sedikit mengenai kasus yang saya pelajari melalui berbagai literatur dan kasus yang pernah saya tangani. Dalam artikel ini saya hanya akan memberikan satu contoh kasus yang bersumber dari literatur.</p>
<p>Dalam buku Trance &amp; Treatment : Clinical Use of Hypnosis, David Speigel menceritakan satu kasus yang sangat menarik yang pernah ia tangani. Ada seorang veteran perang Vietnam. Veteran ini setelah menjalani tugas dengan track record yang sangat baik selama 15 tahun tiba-tiba berubah dan akhirnya mengalami “gangguan” dan akhirnya harus dimasukan ke rumah sakit jiwa.</p>
<p>Veteran ini, sebelum ditangani oleh Davied Spiegel, <img title="More..." src="http://aguscen.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />seorang psikiater yang mendalami dan mempratikkan hipnoterapi, didiagnosa menderita “gangguan kecemasan sangat tinggi” hingga mengalami halusinasi. <span id="more-13"></span>Ia juga pernah dimasukkan ke Palo Alto Veterans Administration Medical Center setelah mencoba melakukan tindakan bunuh diri. Ia depresi dan cenderung melakukan tindakan berbahaya namun ia tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya.</p>
<p>Setelah Spiegel melakukan Hypnotic Induction Profile (HIP) dan didapatkan hasil 4, intact/utuh,  dengan skor induksi 10,selanjutnya dilakukan Age Regression.</p>
<p>Singkat cerita Spiegel berhasil menemukan akar masalahnya. Veteran ini ternyata dulu waktu bertugas di Vietnam punya seorang angkat yang sangat ia sayangi. Anak angkatnya tewas saat Vietcong menyerang rumah sakit tempat ia bertugas. Veteran ini merasa begitu bersalah, karena tidak bisa melindungi anaknya, merasa marah, dendam dan benci yang luar biasa kepada serdadu Vietcong yang menewaskan anaknya. Rupanya, berbagai emosi negatif ini tidak mendapat penanganan semestirnya. Setelah dibantu oleh Spiegel veteran ini sembuh.</p>
<p>Namun 6 bulan kemudian veteran ini kambuh lagi saat, hanya dalam waktu 2 minggu, salah seorang kakaknya, seorang polisi, terbunuh, dan istri veteran ini mulai “melirik” pria lain, ditambah lagi seseorang menembak mati anjing kesayangannya. Setelah dirawat sebentar di rumah sakit ia kembali sembuh.</p>
<p>Kasus ini oleh David Spiegel diulas lengkap di artikel yang berjudul Vietnam Grief Work Using Hypnosis dan dimuat di The American Journal of Clinical Hypnosis (24(1): 33-40, 1981)</p>
<p>Kasus yang pernah saya tangani antara lain kasus seorang klien, seorang pria muda berusia 26 tahun, yang takut ayam, lebih spesifik lagi paruh ayam.</p>
<p>Setelah saya cari akar masalahnya ternyata klien ini takut pisau. Saya gali lagi akhirnya saya menemukan ISE (Initial Sensitizing Event) pada saat klien berusia 4 tahun. Klien mengalami sesuatu hal dengan ibunya dan membuatnya sangat marah dan benci ibunya.</p>
<p>Nah, kebencian ini berubah menjadi rasa sakit yang luar biasa bila ia dipeluk oleh ibunya. Rasa sakit ini mengambil wujud sakit seperti bila tubuh ditikam dengan puluhan pisau sekaligus. Selanjutnya “sakit karena ditikam pisau” ini bermutasi menjadi ketakutan pada paruh ayam. Saya menyebut kondisi ini dengan “double symptom”.</p>
<p>Kasus lain adalah klien wanita muda, usia 21 tahun yang, menurut orangtuanya, berubah dan tidak semangat menjalani hidup. Klien ini telah 8 (delapan) bulan minum obat agar bisa tenang dan kembali “normal”. Dengan teknik tertentu saya membantu klien ini untuk menemukan akar masalahnya, membereskannya, dan setelah itu klien bisa kembali hidup normal tanpa perlu mengkonsumsi obat.</p>
<p>Saya membutuhkan 2 (dua) sesi dengan klien ini. Sesi pertama walaupun terlihat “tuntas” namun saya tahu belum tuntas. Dari mana saya tahu? Saya tahu karena saya belum menemukan ISE. Saya berhasil menemukan beberapa SSE (Subsequent Sensitizing Event). Namun klien belum bersedia mengungkapkan ISE kepada saya. Dan saya juga tidak bisa memaksa klien. Saya membantu klien sesuai dengan kecepatan dan kesiapan diri klien.</p>
<p>Setelah sesi pertama klien langsung berubah dan merasa sangat nyaman. Saya juga mendapat laporan dari orangtua klien mengatakan hal yang sama. Namun tiga hari kemudian saya mendapat kabar bahwa klien kembali ke pola lamanya. Klien kembali ke kondisi seperti sebelum saya tangani.</p>
<p>Selanjutnya saya memberikan sesi kedua. Nah, pada sesi kedua ini saya berhasil membantu klien menemukan akar masalahnya (ISE). Begitu ISE berhasil dibereskan segera terjadi perubahan. Dan perubahan ini bersifat permanen.</p>
<p>Oh ya, satu hal yang perlu saya tegaskan di sini. Anda jangan salah mengerti ya. Saya bukan dokter atau psikiater. Saya tidak pernah berani dan tidak punya kapasitas untuk meminta klien berhenti minum obat. Yang saya lakukan hanyalah membantu klien mengatasi masalah mereka, dengan keterampilan yang saya pelajari. Soal obat, saya meminta klien untuk konsultasi atau kembali ke dokter yang menanganinya. Dokter yang memberi obat maka dokter yang boleh memutuskan apakah klien perlu terus minum obat atau berhenti, dengan melihat perkembangan terakhir pasien.</p>
<p>Pembaca, dari tiga kisah yang saya jelaskan di atas, bisakah anda menarik benang merahnya?</p>
<p>Jika belum, ijinkan saya untuk mengulas kembali, tapi singkat saja ya, mengenai cara kerja pikiran.</p>
<p>Dualisme Pikiran</p>
<p>Kita punya dua pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Kedua pikiran ini mempunyai fungsi dan tugas masing-masing. Kedua pikiran ini bekerja sama dan saling mempengaruhi.</p>
<p>Pikiran sadar mempunyai 5 fungsi/komponen yaitu analitis, rasional, kekuatan kehendak, faktor kritis, dan memori jangka pendek.</p>
<p>Pikiran bawah sadar mempunyai 10 fungsi/komponen, antara lain: menyimpan memori jangka panjang, emosi, kebiasaan, dan intuisi.</p>
<p>Nah, masing-masing pikiran ini, pikiran sadar dan bawah sadar, mempunyai tugas melindungi diri kita. Pikiran sadar melindungi diri kita dari hal yang (dipandang) membahayakan diri kita, berdasar “pandangan” fungsi pikiran yaitu rasional dan analitis.</p>
<p>Menurut Milton Erickson pikiran bawah sadar melindungi diri kita dari hal-hal yang ia pandang membahayakan keselamatan fisik dan emosi kita.</p>
<p>Charles Tebbets dalam bukunya, yang kini telah menjadi buku klasik, Miracles on Demand, mengatakan, “Conscious mind is the mind of choice. Subconscious mind is the mind of preference. We choose what we prefer.”</p>
<p>Tebbets juga melanjutkan dengan menyatakan bahwa hipnoterapi bekerja berdasar prinsip sebagai berikut:</p>
<p>-Semua perilaku mal-adaptive adalah hasil atau akibat dari respon penyesuaian yang tidak tepat, yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan di masa kecil yang sebenarnya sudah tidak sesuai/relevan dengan kondisi saat dewasa.<br />
-Kebanyakan penyakit bersifat psikosomatis dan dipilih secara tidak sadar untuk melarikan diri dari suatu situasi, yang oleh klien, dipandang sebagai kondisi dengan muatan tekanan emosi destruktif yang berlebihan, seperti kemarahan, kebencian, dendam, dan takut, yang melebihi kemampuan klien untuk mengatasinya saat itu.</p>
<p>Sebenarnya ada satu lagi yaitu pikiran nir-sadar. Tapi dalam kesempatan ini saya tidak akan membahas mengenai fungsi dan cara kerjanya.</p>
<p>Tungku Mental</p>
<p>Untuk memudahkan pemahaman mengenai mekanisme pikiran bawah sadar saya menggunakan analogi tungku mental. Tungku mental berisi air (baca: berbagai buah pikir/thought). Api yang memanasi tungku adalah berbagai emosi, baik itu yang positif maupun negatif, yang dialami seseorang.</p>
<p>Dalam kondisi normal saat api membakar tungku maka temperatur akan naik dan sampai pada suhu tertentu akan muncul uap air yang bergerak bebas ke atas karena tungku tidak ditutup. Namun apa yang terjadi bila tungku ditutup rapat?</p>
<p>Saat temperatur semakin tinggi, karena terus dipanasi oleh api emosi, terutama yang negatif,  maka akan muncul uap yang bergerak ke atas. Namun kali ini uap tidak bisa keluar karena terperangkap di dalam tungku yang ditutup rapat. Semakin lama suhu tungku semakin tinggi, semakin banyak uap yang terperangkap, sehingga tekanan uap semakin tinggi menekan seluruh dinding dalam tungku.</p>
<p>Apa yang terjadi bila tungku tetap ditutup rapat?</p>
<p>Benar sekali. Sampai pada satu titik, saat tekanan uap melebihi daya tahan dinding tungku, maka akan terjadi ledakan hebat dan tungku akan hancur berantakan.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan manusia? Jangan khawatir, kita tidak akan meledak seperti contoh tungku di atas. Pada manusia, pikiran bawah sadar akan melindungi diri kita dengan melakukan hal-hal yang dipandang perlu untuk menyelamatkan diri kita dari “kehancuran”.</p>
<p>Apa yang akan dilakukan pikiran bawah sadar?</p>
<p>Pikiran bawah sadar akan membuat retak-retak kecil di tungku mental kita sehingga ada jalan keluar bagi uap yang berada di dalam tungku mental. Dengan demikian tekanan akan turun dan tidak membahayakan keutuhan tungku mental.<br />
Nah, saat uap dari dalam tungku keluar dan berbunyi …sssshhh……ssssshhhh….pada saat itulah seseorang akan mengalami perubahan perilaku.</p>
<p>Perubahan perilaku ini adalah manifestasi dari uap yang keluar. Biasanya perubahan ini tidak mendadak. Tetapi perlahan-lahan dan semakin lama semakin parah.</p>
<p>Apa yang kita lakukan terhadap orang yang telah mengalami perubahan perilaku?</p>
<p>Kita cenderung akan meluruskan perilakunya, benar nggak?</p>
<p>Apakah bisa?</p>
<p>Oh, sudah tentu bisa. Ada banyak cara dan teknik yang biasa digunakan. Pertanyaannya adalah perubahan menjadi “normal” kembali ini bisa bertahan berapa lama?</p>
<p>Seringkali tidak bisa bertahan lama. Nanti pasti akan muncul lagi perilaku yang “aneh”. Mengapa ini terjadi? Karena kita hanya menyumbat retak di dinding tungku. Saat uap sudah tidak keluar maka perilaku orang itu menjadi normal.</p>
<p>Dan karena kita tidak mencari sumber masalahnya, yaitu api yang berada di bawah tungku (baca: emosi yang belum terselesaikan) maka cepat atau lambat tekanan uap di dalam tungku kembali naik dan sampai pada satu titik akan terjadi kebocoran lagi.</p>
<p>Pembaca, dengan membaca sejauh ini saya yakin anda pasti sampai pada kesimpulan bahwa simtom adalah sesuatu yang positif. Simtom adalah bentuk komunikasi dari pikiran bawah sadar ke pikiran sadar yang mengatakan, “Hei… ini ada masalah di bawah sini. Anda perlu menyelesaikan masalah ini. Kalau anda tetap tidak mau mengerti atau tidak bersedia menyelesaikan masalah ini maka saya akan tetap mengganggu anda.”</p>
<p>Masalahnya adalah bukan kita tidak  mau menyelesaikan masalah tapi kita seringkali tidak memahami pesan yang disampaikan pikiran bawah sadar. Dan seringkali saat kita mau menyelesaikan masalah ini kita tidak tahu caranya atau teknik yang digunakan tidak tepat.</p>
<p>Lalu, bagaimana cara efektif untuk mengatasi hal ini?</p>
<p>Pertama, kita perlu mengeluarkan uap yang terjebak di dalam tungku. Bagaimana caranya? Gunakan uap itu sebagai petunjuk untuk menemukan retak di dinding tungku. Ini yang dikatakan oleh Milton Erickson dengan “The Symptom is the solution”.</p>
<p>Setelah uapnya berhasil kita keluarkan dan tekanan sudah habis selanjutnya kita bisa membuka tutup tungku. Bisa anda bayangkan apa yang terjadi bila tutup tungku dibuka saat tekanannya masih sangat tinggi. Ini sama dengan membuka tutup radiator mobil saat masih panas. Sangat berbahaya.</p>
<p>Isi tungku adalah konten atau memori yang berhubungan atau yang membuat munculnya simtom. Setelah ini barulah kita bisa menemukan sumber api dan sekaligus memadamkan apinya.<br />
Apa yang terjadi bila api berhasil dipadamkan? Sudah tidak ada lagi yang memanasi tungku mental. Dengan demikian temperatur tidak akan naik. Dan sudah tentu tidak akan ada uap yang menekan dinding tungku. Tidak akan terjadi retak dan kebocoran. Klien akan kembali menjalani hidup dengan normal.</p>
<p>Mengapa Direct Suggestion Tidak Efektif?</p>
<p>Dalam menangani berbagai kasus dengan muatan emosi yang tinggi, sudah tentu yang saya maksudkan di sini adalah emosi negatif, maka Direct Suggestion tidak efektif.</p>
<p>Mengapa tidak efektif? Karena Direct Suggestion hanya mengeliminir simtom, bukan akar masalah. Salah satu sifat pikiran bawah sadar adalah malas untuk berubah. Pikiran bawah sadar menilai sesuatu sebagai hal yang benar atau tidak benar bukan berdasarkan kebenaran yang sungguh-sungguh benar, namun lebih berdasarkan data yang tersimpan di database di pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar beroperasi berdasar hukum Familiarity atau yang juga  dikenal dengan Knowns and Unknowns.</p>
<p>Dari uraian di atas kita tahu bahwa sakit atau simtom sebenarnya suatu mekanisme perlindungan yang digunakan oleh pikiran bawah sadar untuk “menyelamatkan” seseorang. Jadi, saat pikiran bawah sadar merasa sudah “benar” dengan membuat seseorang menjadi “sakit” maka, jika dipaksa berubah dengan menggunakan Direct Suggestion, sudah tentu ia akan menolak. Dan semakin kita paksa maka ia semakin melawan dengan meningkatkan intensitas “sakit” atau “gangguan”.</p>
<p>Ada 4 langkah yang harus dilakukan untuk bisa menghilangkan simtom dengan cepat, efektif, efisien, dan  permanen:</p>
<p>1.Memori yang berhubungan dengan atau yang mengakibatkan munculnya simtom harus dibawa naik ke permukaan dan diketahui secara sadar.<br />
2.Perasaan yang berhubungan dengan memori ini harus dialami kembali.<br />
3.Hubungan antara simtom dan memori harus diketahui.<br />
4.Pembelajaran bawah sadar atau yang bersifat emosi harus terjadi dan memungkinkan klien untuk membuat keputusan di masa depan tanpa terpengaruh oleh konten yang telah dimunculkan.</p>
<p>Teknik terapi yang semata-mata hanya menggunakan Direct Suggestion mampu “menyembuhkan” klien. Namun “kesembuhan” ini tidak akan berlangsung lama. Beberapa saat kemudian akan muncul lagi simtom, bisa simtom yang lama atau bahkan yang baru. Kesembuhan ini sebenarnya adalah akibat dari penambalan terhadap retak di dinding tungku mental sehingga uap untuk sementara waktu tidak bisa keluar.</p>
<p>Contoh Kasus</p>
<p>Saya akan menutup artikel ini dengan beberapa contoh kasus yang berhasil ditangani dengan menggunakan Teori Tungku Mental.<br />
Pertama, kasus seorang klien, wanita 39 tahun, yang mengeluh bahwa pikirannya suka sekali menghitung angka (counting numbers), dan kalau mandi lama sekali.</p>
<p>Wanita ini mengatakan bahwa ia mengalami OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Saya tidak tahu apakah benar ia mengalami OCD atau bukan. Mengapa? Karena ini adalah istilah yang digunakan di dunia psikologi atau psikiatri. Saya bukan psikolog atau psikiater. Jadi saya tidak bisa menggunakan istilah ini.</p>
<p>Berdasar Teori Tungku Mental maka saya melihat perilakunya sebagai bentuk kebocoran uap dari tungku mentalnya. Nah, tugas saya adalah, dengan berbagai teknik yang saya pelajari dan kuasai, mencari dan menemukan sumber apinya, lalu membantu klien ini mematikan apinya.</p>
<p>Proses uncovering membawa klien pada usia tiga belas tahun. Sesuatu terjadi di sini. Saya membantu klien mematikan apinya. Besoknya saya diberitahu klien bahwa ia mandinya sudah normal dan juga sudah tidak menghitung angka.</p>
<p>Kasus kedua adalah kasus yang ditangani salah satu alumnus QHI. Alumnus ini berhasil mengobati seorang wanita, usia 29 tahun, yang alergi terhadap gula atau sesuatu yang manis seperti permen atau minuman Coca Cola. Setiap kali makan atau minum yang manis maka badan klien ini akan langsung bengkak dan gatal.</p>
<p>Anehnya, kalau makan nasi atau roti badannya biasa-biasa saja. Padahal nasi atau roti mengandung karbohidrat yang setelah masuk ke badan akan menjadi gula.<br />
Kembali lagi, dengan Teori Tungku Mental, alumnus ini berhasil membantu klien menemukan apinya.</p>
<p>Apa yang terjadi?</p>
<p>Pada usia 3 tahun klien ini melihat kejadian yang tidak semestinya ia lihat dan setelah itu ia diberi permen. Ini adalah ISE. Selanjutnya terjadi beberapa peristiwa lagi, yang sebenarnya adalah SSE-SSE, pada usia yang berbeda. Akhirnya pada saat SMP baru muncul alergi permen.</p>
<p>Berapa sesi yang dibutuhkan untuk membantu klien ini? Hanya 1 (satu) sesi saja.</p>
<p>Contoh ketiga adalah klien yang berusia 40 tahun. Keluhan klien ini adalah ia tidak bisa minum air putih. Setiap kali minum air putih maka perutnya akan sakit dan langsung muntah. Tapi bila airnya diberi sirup, atau gula, atau dibuat teh atau kopi, maka tidak ada masalah. Setelah diselidiki ternyata klien tidak bisa minum air putih sejak usia 4 tahun.</p>
<p>Dibutuhan hanya 1 (satu) sesi saja untuk menemukan sumber api dan memadamkannya. Setelah itu klien langsung bisa minum air putih.</p>
<p>Bagaimana dengan fobia? Prinsipnya sama saja.</p>
<p>Pembaca, anda pasti bertanya, “Bagaimana caranya untuk bisa menemukan api dengan cepat?”</p>
<p>Akan sangat panjang bila saya jelaskan di sini. Inilah yang saya berikan di kelas pelatihan 100 jam hipnoterapi yang diselenggarakan oleh Quantum Hypnosis Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/teori-tungku-mental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Ingin Dihipnosis?</title>
		<link>http://agus-setiawan.com/kenapa-saya-ingin-dihipnosis/</link>
		<comments>http://agus-setiawan.com/kenapa-saya-ingin-dihipnosis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 02:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[berhenti merokok]]></category>
		<category><![CDATA[hipnobirthing]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[menguruskan berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[mental blok]]></category>
		<category><![CDATA[weight management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agus-setiawan.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Karena hipnosis bisa membantu Ada mencapai tujuan Anda.
Sebelumnya mungkin Anda berpikir hipnosis itu adalah sesuatu yang bisa membuat orang menggonggong seperti anjing, menirukan suara bebek, atau mencium sepatu orang lain yang bau.
Dahulu sekali, seorang hipnotis dikenal sebagai seorang penyihir malah.
Sekarang hipnotis dikenal setara atau seperti Psikolog, Psikiater, banyak juga rumah sakit yang memberikan layanan hipnosis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_37" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://agus-setiawan.com/wp-content/uploads/2009/07/11.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-37" title="Agus Setiawan, C.Ht" src="http://agus-setiawan.com/wp-content/uploads/2009/07/11-150x150.jpg" alt="Agus Setiawan - Subconscious Coach" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Agus Setiawan - Subconscious Coach</p></div>
<p>Karena hipnosis bisa membantu Ada mencapai tujuan Anda.</p>
<p>Sebelumnya mungkin Anda berpikir hipnosis itu adalah sesuatu yang bisa membuat orang menggonggong seperti anjing, menirukan suara bebek, atau mencium sepatu orang lain yang bau.</p>
<p>Dahulu sekali, seorang hipnotis dikenal sebagai seorang penyihir malah.</p>
<p>Sekarang hipnotis dikenal setara atau seperti Psikolog, Psikiater, banyak juga rumah sakit yang memberikan layanan hipnosis dan hipnoterapi baik di Indonesia maupun negara lain.</p>
<p>Hipnosis juga memberikan kontribusi untuk membangkitkan kemampuan akademis dan olahraga, Anda akan sangat senang dengan apa yang bisa hipnosis berikan untuk memperkaya hidup Anda. Lengkapnya mari kita lihat, bagaimana hipnosis bisa berperan dalam hidup Anda.</p>
<p>Dalam kehidupan pribadi, mungkin Anda ingin berhenti merokok, ingin lebih langsing, ingin menghilangkan hambatan dalam batin Anda yang selama ini telah membuat Anda tidak maju-maju dalam mencapai apa yang Anda inginkan.</p>
<p>Dalam bidang pekerjaan, ingin mengubah kepercayaan diri Anda, kebiasaan terlambat Anda, atau kebiasaan yang menghancurkan profesionalismu Anda, menggigit kuku misalnya.</p>
<p>Dalam keluarga, Anda ingin mengendalikan emosi, lebih bersabar dengan anak dan pasangan Anda. Atau Anda ingin lebih bergairah <span id="more-10"></span>dengan pasangan Anda.</p>
<p>Dalam aspek lain kehidupan Anda, misalnya memperbaiki kemampuan Anda bermain golf, atau bidang olahraga yang lain. Meningkatkan kemampuan Anda untuk belajar dan konsentrasi.</p>
<p>Juga, hipnosis dapat meningkatkan kualitas kesehatan Anda.</p>
<p>Hipnosis sering menjadi pilihan untuk melakukan terapi untuk masalah kesehatan dan emosi, karena hipnosis tidak memberikan suntikan atau obat untuk diminum, tidak memiliki efek samping, dan secara keseluruhan sangat murah, karena hanya dalam 2 sampai 4 sesi saja, masalah Anda sudah bisa teratasi dengan efektif dan memberikan hasil yang maksimal.</p>
<p>Saat ini organisasi perawatan kesehatan malah lebih menyarankan kepada masyarakat untuk lebih dulu mencoba hipnosis sebagai terapi, bukan sebagai pilihan terakhir, yang saat ini lebih cenderung terjadi di masyarakat kita, juga klien-klien yang mengunjungi saya, “ini adalah usaha terahir saya”, begitu saat mereka mengunjungi saya.</p>
<p>Seorang dokter gigi, bisa menggunakan hipnosis untuk membuat pasiennya tidak merasakan sakit saat mengebor gigi. Saya menggunakan hipnosis untuk melakukan terapi kepada klien-klien yang mengunjungi saya, seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan, mengatasi masalah seksualnya, baik yang biseksual, gay, lesbi. Juga mengatasi masalah kesehatan atau luka batin yang telah mengganggu mereka selama bertahun-tahun, menghilangkan kebiasaan buruk, dan selesai hanya dalam waktu satu sampai tiga sesi saja.</p>
<p>Saya ingat dengan teman saya, seorang dokter kecantikan yang menggunakan hipnosis untuk menggunakan sebuah alat yang berfungsi untuk menghaluskan wajah pasiennya, umumnya pasien akan berteriak kalau tidak diberikan obat bius, dengan hipnosis teman saya ini bisa menggunakan obat bius yang sangat sedikit atau bahkan tanpa obat bius sama sekali.</p>
<p>Secara klinis, hipnosis bisa dengan mudah membantu orang yang stress, phobia, luka batin, memasukkan program pikiran yang positif, mengatasi rasa sakit, bahkan sampai melahirkan tanpa rasa sakit.</p>
<p>Saat ini apa yang bisa dibantu dengan hipnosis masih sangat luas dan penuh dengan kemungkinan.</p>
<p>Agus Setiawan, C.Ht<br />
Subconscious Coach</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agus-setiawan.com/kenapa-saya-ingin-dihipnosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
