Di Manakah Remote Kontrol Kehidupan Anda?
Di mana Remote Kontrol Kehidupan Anda?
Tidak jarang dalam menjalani kehidupan ini kita bertemu dengan orang yang selalu menyalahkan keadaan. Menyalahkan orang lain, lingkungan, pemerintah, orangtua, bahkan Tuhan. Satu-satunya yang belum pernah disalahkan adalah diri sendiri.
Orang seperti ini biasanya mudah dikendalikan situasi. Meletakkan tanggung jawab pada orang lain. Atau dengan kata yang saya sukai, menyerahkan remote kontrol kehidupan pada orang dan situasi di luar dirinya.
Mereka mengatakan: “Dia membuat saya marah!” “Dia yang menyebabkan ini semua!” “Karena mereka membatalkan proyek itu sehingga saya bangkrut!” Semuanya disebabkan orang lain, akhirnya teman kita ini bermain sebagai korban. Atau seperti kata guru besar Anthony Robbins, memilih untuk bermain sebagai korban. Mereka memperbolehkan orang lain untuk menekan tombol marah untuknya, menekan tombol sedih untuknya, bahkan menekan tombol bahagiapun direlakannya.
Orang yang tidak memegang (bertanggung jawab dengan) remote kontrol kehidupannya akan merasa frustrasi. Tidak berdaya. Tidak memiliki tujuan hidup.
Mari kita tinjau ke diri masing-masing. Apakah kita telah menguasai remote kontrol kehidupan kita? Mengendalikan diri kita. Kapan kita ingin marah, kapan kita ingin tertawa. Bagaimana kehidupan Anda jadinya jika Anda benar-benar bertanggung jawab atas hidup Anda?
Bagaimana mengambil kembali remote kontrol kehidupan?
- Terimalah keadaan bahwa semua ini disebabkan oleh Anda. Disebabkan oleh pikiran, tindakan, ucapan, keputusan dan pilihan Anda. Andalah yang telah menarik semua hal itu ke dalam kehidupan Anda.
- Lihatlah dengan visi Anda, kehidupan seperti apa yang Anda inginkan? Bagaimana jika Anda dapat merubah semua ini. Apa yang Anda dapatkan sekarang adalah hasil dari pemikiran, keputusan, tindakan, ucapan Anda di masa lalu. Maka saat ini adalah saat yang tepat untuk menciptakan masa depan Anda. Putuskan masa depan seperti apa yang Anda inginkan.
- Memaafkan orang lain yang terlibat dengan masa lalu Anda. “Bisnis” yang belum beres adalah vampir energi, yang akan selalu menghabiskan energi Anda. Jika dalam suatu kehidupan Anda, seseorang telah menyakiti Anda – dengan suatu cara – maafkanlah mereka, mungkin mereka sudah lupa, mungkin mereka sama sekali tidak bermaksud melakukan itu dan sangat mungkin sejak saat itu sampai sekarang sama sekali tidak pernah mengingat mereka pernah menyakiti Anda. Anda telah menghabiskan energi kehidupan Anda untuk menepuk sebelah tangan, menyimpan sendiri amarah, dendam, kesal, yang mana pihak lain belum tentu melakukan hal yang sama.
- Memaafkan diri sendiri. Maafkanlah diri Anda karena telah mengijinkan orang lain mengendalikan kehidupan Anda. Anda layak untuk mendapatkan maaf. Anda orang yang paling berharga, bahkan Anda adalah aset Anda yang tak ternilai harganya. Anda layak untuk memiliki kehidupan yang Anda inginkan.
- Buatlah rencana untuk mencapai apa yang Anda inginkan, dan bertindaklah.
Pesan, jika dalam melakukan hal ini akan melibatkan emosi yang besar, Anda disarankan untuk menemui terapis yang cakap, dan bisa membantu Anda menyembuhkan luka batin Anda.
Selamat mencoba, dan berbahagialah selalu. Tuhan menginginkan kita berhasil.


Great dear