Mengapa Membaca suka Lupa
Kita memiliki keterbatasan dalam penerimaan memori. Ada bagian yang membuat kita bisa melupakan hal yang telah kita baca, Kita lihat atau kita alami.
Karena proses membaca, kita bahas dari mata saja ya.
Informasi berjalan seperti ini:
Informasi dari visual –> disimpan di dalam pusat memori (hipokampus) –> masuk ke short term memory –> long term memory
Prosesnya jika kita membaca biasa, umumnya mereka hanya mendapatkan 50% perngertian itu. Setelah 48 jam ditampung dalam hipokampus, ternyata hanya tinggal 10% saja yang diteruskan ke memori jangka panjang.
dengan usaha yang begitu besar, kita ternyata hanya memahami 5% dari buku yang kita baca.
Sedangkan inti dari buku adalah 4 – 11%. Pertanyaannya apakah 5% itu termasuk ke dalam 4 – 11% ini?
Jika termasuk, maka Anda tanpa melihat buku pun bisa menceritakan pengertian Anda dari buku yang Anda baca.
Namun kebanyakan bukan itu yang kita dapatkan. Dan kita tidak bisa menjelaskan apa yang ada dalam buku itu. Apa yang kita dapatkan sesuai dengan tujuan kita membaca buku.
Untuk mendapatkannya, kita perlu meningkatkan keaktifan dalam membaca.
Bacakilat dengan serangkaian teknik membaca yang aktif, membantu Anda memasukkan informasi ke dalam memori jangka panjang. Dengan semua informasi berada dalam memori jangka panjang ini, Anda akan dengan mudah memancing informasi ini keluar.
Anda mendapatkan informasi 4 – 11% dari inti buku dengan mudah dan mendapatkan tujuan yang Anda inginkan.
Bagaimana memaksimalkan cara biasa dalam membaca?
Anda perlu memberikan gambaran besar kepada diri Anda. Apa yang ada dalam buku ini dan apa yang ingin Anda dapatkan dari membaca buku ini.
dengan dua hal ini dilakukan, maka keefektifan dalam membaca akan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

